- Kurangnya sosialisasi dari orangtua tentang nilai moral dan sosial
- Contoh perilaku yang ditampilkan orangtua (modeling) di rumah terhadap perilaku dan nilai-nilai anti-sosial.
- Kurangnya pengawasan terhadap anak (baik aktivitas, pertemanan di sekolah ataupun di luar sekolah, dan lainnya).
- Kurangnya disiplin yang diterapkan orangtua pada anak.
- Rendahnya kualitas hubungan orangtua-anak.
- Tingginya konflik yang terjadi dalam lingkungan keluarga.
- Kemiskinan dan kekerasan dalam lingkungan keluarga.
- Anak tinggal jauh dari orangtua dan tidak ada pengawasan dari figur otoritas lain.
- Perbedaan budaya tempat tinggal anak, misalnya pindah ke kota lain atau lingkungan baru.
- Adanya saudara kandung atau tiri yang menggunakan obat-obat terlarang atau melakukan kenakalan remaja.
Jumat, 28 Maret 2014
Faktor Keluarga Yang Menyebabkan Kenakalan Remaja
Candi Borobudur
Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa
Tengah, sekitar 40 km dari Yogyakarta. Candi Borobudur memiliki 10 tingkat yang
terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar, 3 tingkat berbentuk bundar
melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Di setiap tingkat terdapat
beberapa stupa. Seluruhnya terdapat 72 stupa selain stupa utama. Di setiap
stupa terdapat patung Buddha. Sepuluh tingkat menggambarkan filsafat Buddha
yaitu sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai
kesempurnaan menjadi Buddha di nirwana. Kesempurnaan ini dilambangkan oleh stupa
utama di tingkat paling atas. Struktur Borobudur bila dilihat dari atas
membentuk struktur mandala yang
menggambarkan kosmologi Buddha dan cara berpikir manusia.
Di keempat sisi candi terdapat pintu gerbang dan
tangga ke tingkat di atasnya seperti sebuah piramida. Hal ini menggambarkan
filosofi Buddha yaitu semua kehidupan berasal dari bebatuan. Batu kemudian
menjadi pasir, lalu menjadi tumbuhan, lalu menjadi serangga, kemudian menjadi
binatang liar, lalu binatang peliharaan, dan terakhir menjadi manusia. Proses
ini disebut sebagai reinkarnasi. Proses terakhir adalah menjadi jiwa dan
akhirnya masuk ke nirwana. Setiap tahapan pencerahan pada proses kehidupan ini
berdasarkan filosofi Buddha digambarkan pada relief dan patung pada seluruh
Candi Borobudur.
http://kumpulan.info/wisata/tempat-wisata/182-candi-borobudur.html
Rabu, 26 Maret 2014
Etika Secara Umum Dalam Kehidupan Sehari-Hari
Menurut para
ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam
pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.
Perkataan
etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti
norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku
manusia yang baik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini :
- Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari seg baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
- Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.
Etika secara
umum dapat dibagi menjadi :
- ETIKA UMUM, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat di analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori.
- ETIKA KHUSUS, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Namun, penerapan itu dapat juga berwujud : Bagaimana saya menilai perilaku saya dan orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis : cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan atau tidanakn, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya.
ETIKA KHUSUS
dibagi lagi menjadi dua bagian :
A. Etika individual, yaitu menyangkut
kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
B. Etika sosial, yaitu berbicara
mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat
manusia.
Perlu
diperhatikan bahwa etika individual dan etika sosial tidak dapat dipisahkan
satu sama lain dengan tajam, karena kewajiban manusia terhadap diri sendiri dan
sebagai anggota umat manusia saling berkaitan.
Etika sosial
menyangkut hubungan manusia dengan manusia baik secara langsung maupun secara
kelembagaan (keluarga, masyarakat, negara), sikap kritis terhadpa pandanganpandangana
dunia dan idiologi-idiologi maupun tanggung jawab umat manusia terhadap
lingkungan hidup.
Dengan
demikian luasnya lingkup dari etika sosial, maka etika sosial ini terbagi atau
terpecah menjadi banyak bagian atau bidang. Dan pembahasan bidang yang paling
aktual saat ini adalah sebagai berikut :
- Sikap terhadap sesama
- Etika keluarga
- Etika profesi
- Etika politik
- Etika lingkungan
- Etika idiologi
SISTEM
PENILAIAN ETIKA :
- Titik berat penilaian etika sebagai suatu ilmu, adalah pada perbuatan baik atau jahat, susila atau tidak susila.
- Perbuatan atau kelakuan seseorang yang telah menjadi sifat baginya atau telah mendarah daging, itulah yang disebut akhlak atau budi pekerti. Budi tumbuhnya dalam jiwa, bila telah dilahirkan dalam bentuk perbuatan namanya pekerti. Jadi suatu budi pekerti, pangkal penilaiannya adalah dari dalam jiwa; dari semasih berupa angan-angan, cita-cita, niat hati, sampai ia lahir keluar berupa perbuatan nyata.
- Burhanuddin Salam, Drs. menjelaskan bahwa sesuatu perbuatan di nilai pada 3 (tiga) tingkat :
- Tingkat pertama, semasih belum lahir menjadi perbuatan, jadi masih berupa rencana dalam hati, niat.
- Tingkat kedua, setelah lahir menjadi perbuatan nyata, yaitu pekerti.
- Tingkat ketiga, akibat atau hasil perbuatan tersebut, yaitu baik atau buruk.
Dari
sistematika di atas, kita bisa melihat bahwa ETIKA PROFESI merupakan bidang
etika khusus atau terapan yang merupakan produk dari etika sosial. Kata hati
atau niat biasa juga disebut karsa atau kehendak, kemauan, wil. Dan isi dari
karsa inilah yang akan direalisasikan oleh perbuatan. Dalam hal merealisasikan
ini ada (4 empat) variabel yang terjadi :
- Tujuan baik, tetapi cara untuk mencapainya yang tidak baik.
- Tujuannya yang tidak baik, cara mencapainya ; kelihatannya baik.
- Tujuannya tidak baik, dan cara mencapainya juga tidak baik.
- Tujuannya baik, dan cara mencapainya juga terlihat baik.
Kenyataannya
etika itu sangat penting dalam hidup kita dalam bersosialisasi hidup
bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional di
perlukan suatu system yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul.
Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal
dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain.
Maksud
pedoman bersosialisai tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang
terlibat agara mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan
kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai
dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi
umumnya. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita.
Sumber :http://badaiblues.wordpress.com/2012/04/10/pengertian-etika/
Sumber :http://badaiblues.wordpress.com/2012/04/10/pengertian-etika/
Selasa, 11 Februari 2014
Menggunakan Google Secara Bijak dan Tidak Mengunder Estimate Kemampuan Diri Sendiri
Dewasa ini seiring dengan perkembangan zaman yang terjadi,
sudah banyak sekali fasilitas yang ditawarkan oleh internet yang dapat kita
manfaatkan. Dengan internet kita dapat melakukan banyak hal seperti untuk
mengirim surat elektronik, membaca berita, menonton video live streaming,
mengerjakan kuis online, mengirim tugas kepada guru atau dosen, atau hanya
sekedar bermain-main dengan jejaring sosial dan game online.
Dengan kehadiran internet, data dan informasi yang tadinya
sangat sulit didapatkan kini menjadi sesuatu yang amat sangat mudah untuk
didapatkan. Google salah satunya, Google dikenal sebagai mesin pelacak yang
hebat, karena berbagai informasi dapat diperoleh dengan mudah dalam waktu yang
singkat hanya dengan memasukkan kata sandi yang diinginkan. Setiap orang pun
bisa menggunakan mesin ini untuk mendapatkan informasi yang diinginkan.
Dengan adanya keberadaan Google ini, menjadikan kita dapat
mengumpulkan data atau informasi dunia sehingga kita dapat mengakses data atau
informasi tersebut secara universal dan dapat berguna bagi setiap pemakainya.
Saya pun mengakui bahwa google diciptakan untuk membantu
kita para penggunanya dalam mencari informasi yang sangat sulit di jangkau.
Dengan keberadaan google inilah sangat membantu dalam kegiatan perkuliahan yang
saya lakukan. Akan tetapi, meskipun google mempunyai peran penting dalam keseharian
kita, kita juga harus waspada dan bijak dalam memilih dan menggunakannya.
Lambat laun, google yang memberikan begitu kemudahan untuk
kita memberikan suatu ketergantungan dalam diri kita. Nantinya google bukanlah
membantu, akan tetapi malah mempersulit, karena dengan kemudahan yang diberikan
akan menjadi sebuah penghambat dan menjadikan kita tidak dapat melakukan banyak
hal tanpa adanya bantuan google tersebut. Hal ini akan menutup kreatifitas dan
produktifitasnya kemampuan yang kita miliki
Tanpa disadari dengan terbiasanya menggunakan google untuk
menyelesaikan masalah-masalah atau pelajaran yang harus diselesaikan, google
menjadikan kita lupa akan bagaimana cara menyelesaikan sebuah masalah tanpa
harus menggunakan bantuan google.
Mencari informasi sebanyak-banyaknya dan dapat menjadikan
sebuah manfaat yang besar bagi diri kita memang baik, tapi coba bayangkan jika
kita selalu mengandalkan google, kapan kemampuan yang ada dalam diri kita dapat
kita gunakan ?. Padahal ada hal-hal yang seharusnya kita mampu melakukannya
tanpa bantuan google, akan tetapi kita malah tetap memilih bantuan google untuk
melakukannya. Hal ini dikarena keberadaan google yang selalu memberi
kemudahanlah yang menjadikan kita lupa akan potensial yang ada didalam diri kita
dan menjadi tidak percaya diri atas apa yang dimiliki.
Memanfaatkan Dengan Bijak Mesin Pencari Diinternet Dalam Membuat Tugas Penulisan
Kehadiran internet membuat proses belajar kini menjadi lebih mudah.
Lebih dari satu dekade silam, ketika internet masih menjadi “barang baru”,
studi literatur berarti harus mendekam dibalik tumpukan buku-buku berdebu di
perpustakaan. Kini, sebagian literatur tersebut dapat dengan mudah diakses
melalui internet.
Demikian mudahnya menggunakan situs
pencari seperti Google atau Bing. Boleh juga menggunakan ensiklopedia on-line
yang gratis seperti Wikipedia. Tinggal masukkan kata kunci yang relevan, voila,
dalam sekejap, tautan-tautan menuju informasi yang diinginkan hadir di depan
mata.
Yang perlu diingat, internet itu laksana
rimba tak bertuan. Siapa pun dapat mengunggah informasi apa pun. Dengan
demikian, menjadi tugas si pencari informasi untuk memisahkan informasi yang
relevan dan bernilai, serta membuang “sampah”, yaitu informasi yang diragukan
kredibilitasnya.
Ambil contoh Wikipedia. Sebagai situs
ensiklopedia gratis, siapa pun dapat menulis entry di dalamnya. Akan tetapi,
jangan langsung meremehkan Wikipedia. Informasi yang ditangguk dari situs ini
dapat menjadi acuan awal. Namun, sebaiknya diperiksa ulang dengan membandingkan
informasi dari situs-situs lainnya. Jadi, Wikipedia dijadikan acuan awal, bukan
acuan final.
Membandingkan dengan sumber-sumber lain
dapat menjadi prosedur standar untuk memeriksa kesahihan sebuah informasi. Akan
lebih sahih lagi, apabila sumber pembanding adalah situs resmi sebuah institusi
ternama atau blog resmi seorang pakar. Situs seperti Google Scholar dapat
menjadi titik awal yang baik untuk melakukan pencarian informasi pembanding.
Sejumlah institusi dan perguruan tinggi
ternama kini menyediakan akses ke perpustakaan digital. Tidak semuanya gratis.
Ada yang hanya diperuntukkan bagi anggota atau siswa terdaftar. Ada juga yang
bisa diakses publik, tetapi berbayar. Jika memiliki kemampuan finansial, tidak
ada salahnya untuk membayar, karena dengan demikian memiliki kemudahan
mengakses informasi yang diinginkan.
Jika menyangkut buku-buku teks yang
mahal, sedangkan kemampuan finansial terbatas, dapat disiasati misalnya dengan
mengintip halaman-halaman tertentu melalui situs seperti Google Books. Kadang
kala, Google berbaik hati menampilkan kutipan sejumlah besar halaman dari
buku yang dimaksud.
Etika Penggunaan Mesin Pencari di Internet Dalam Membuat Tugas Penulisan
Search Engine atau mesin pencari adalah suatu
fasilitas yang pasti pernah digunakan oleh pengguna internet. Dengan mesin
pencari ini semua data dan informasi dapat dicari dalam sekejap. Sekarang
banyak sekali mesin pencari yang ada di internet, dari yang sering kita dengar
seperti Google, Yahoo, sampai yang jarang kita dengar seperti Altavista,
Webcrawler dan masih banyak lagi mesin pencari lainnya.
Mesin pencari yang baik adalah mesin yang dapat
dengan cepat menemukan keyword atau kata kunci yang dituliskan oleh
pengguna mesin pencari tersebut. Mesin pencari yang akurat biasanya akan
menjadi mesin pencari yang paling banyak digunakan oleh user.
Dengan adanya mesin pencari, semua hal bisa dicari
dengan cepat dan tepat. Karna itu mesin pencari sering digunakan oleh pelajar
untuk mencari referensi tugas penulisan. Cukup dengan membuka smartphone atau
laptop yang dipunya oleh pelajar tersebut, informasi dan data untuk tugas
penulisan langsung bisa didapatkan. Tetapi sayang banyak pelajar yang melupakan
etika dari menyunting informasi yang didapat dari mesin pencari. Masih banyak
ditemukan bahwa pelajar tersebut melakukan pembajakan atau memplagiat bahwa
tulisan tersebut hasil dari pemikirannya sendiri.
Indonesia sudah mempunyai UU ITE dimana
undang-undang tersebut yang mengatur semua aktivitas tentang teknologi
informasi, Indonesia juga mempunyai HAKI dimana HAKI tersebut yang membuat
suatu karya penulisan menjadi Hak Kekayaan Intelektual bagi si pembuat tulisan
tersebut. Dengan adanya UU ITE dan HAKI seorang yang menggunakan karya orang
tanpa mencantumkan sumber bisa dituntut dan diberikan sangsi.
Oleh karna itu sebagai pelajar marilah kita
membangun etika ketika sedang melakukan pencarian tugas menggunakan internet,
sederhana sebenarnya membangun etika tersebut, dimulai dari mencantumkan sumber
data dan informasi penulisan, atau tidak mengembangkan informasi dan data yang
di dapat dengan menggunakan pemikiran sendiri, dan tidak menyalin secara utuh
tulisan yang ditemukan dari mesin pencari. Dengan begitu kita sebagai pelajar
bisa mendapatkan ilmu yang lebih karna dengan menyunting ulang penulisan
tersebut.
Kamis, 24 Oktober 2013
Etika komunikasi di media maya
Media sosial adalah sebuah media online, dengan para
penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi
meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring
sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh
masyarakat di seluruh dunia.
Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media
sosial sebagai "sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun
di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan
dan pertukaran user-generated content"
Kini banyak dari masyarakat dunia menggunakan Jejaring Sosial seperti contohnya, Facebook, Twitter, YouTube , dan lain-lain.
Berikut adalah etika dalam menggunakan jejaring sosial yang pentung anda simak :
1. Jangan memberikan informasi yang tidak penting
Banyak pengguna jejaring sosial seperti facebook dan twitter
melakukan update saat berada di tempat baru sebagai bentuk ungkapan perasaan
atau curahan hati. Namun apakah anda sadari banyak dari teman-teman anda yang
tidak menyukainya ? Kemungkinan terburuk adalah mengeluarkan anda dari daftar pertemanannya.
2. Hindari menggunakan kata-kata kasar
Mennggunakan kata-kata kasar dalam dunia nyata saja sungguh
tidak enak didengar , begitupun dalam dunia maya seperti jejaring sosial. Agar
tidak dikeluarkan dari status pertemanan atau daftar kontak, hindari
menggunakan kata-kata kasar dalam menuliskan sesuatu di dinding atau wall, dan
tweets.
3. Hindari memberikan status motivasi
Mungkin niat anda baik, namun memberikan motivasi kepada
teman namun jika pada kenyataannya anda memberikan motivasi tanpa
mempraktekannya, ini akan menjadi bahan gunjingan teman-teman
4. Bukan pakar media sosial
Jika Anda bukanlah
seorang pakar dalam hal sesuatu, bisnis misalnya, jangan bertindak seperti
seorang pakar yang selalu membahas mengenai cara berbisnis atau apapun di dunia
maya dengan menggunakan media sosial.
5. Pahami tentang perbedaan
Ada banyak informasi yang bisa kita dapatkan dari internet.
Namun, belum tentu informasi yang menurut Anda menarik dan bermanfaat itu sama
menurut teman atau orang lain. Jadi, mengirim ulang informasi yang Anda sukai
di media sosial, karena belum tentu teman Anda juga tertarik.
6.Sopan
Dunia maya dalam arena situs jejaring sosial diibaratkan
suatu arena dalam dunia nyata, ketika kita mulai berkenalan, menyapa dan
selanjutnya berinteraksi, faktor kesopanan menjadi kunci kelanggengan dalam
menjalin pertemanan. Tak jarang adanya aktifitas Remove, Blockir ataupun
Unfollow akibat dari perilaku kesopanan.
7.Memiliki Batasan dalam Berekspresi
Terkadang apabila kita sudah merasa enjoy dan asyik dalam
suatu pertemanan, dimungkinkan kita untuk melakukan curhatan ataupun membuka
rahasia pribadi, baik itu pribadi diri sendiri ataupun pribadi orang lain, atau
bahkan berkomentar terlalu “Lebay”. Disini kita harus bisa berhati-hati agar
apa yang kita lakukan dapat menimbulkan ilfill dari orang lain terhadap diri
kita.
8.Batasi Keluhan yang Dapat di Ketahui Publik
Ketika memiliki suatu masalah yang memang dirasa cukup berat
dan tak mampu kita atasi, kita harus bisa mencegahnya agar tak tertumpahkan di
wall ataupun diarea publik secara vulgar, buatlah suatu ilustrasi yang halus
untuk mengkiaskan ataupun membiaskan rasa kekesalan atas suatu permasalahan
yang sedang di hadapi.
9.Pro aktif dalam Komunikasi
Ini merupakan faktor penting dalam situs jejaring sosial
dimana kita dituntut mampu menjalankan aktifitas komunikasi yang lugas, dan
terkesan tidak monoton, mampu mencerahkan suasana disaat teman kita dirasa
sedang mengalami kejenuhan.
10.Hargai usaha orang lain
Terkadang pula kita sering mengutip suatu ungkapan, stat,
posting website, note ataupun tweet. Usahakan kita memberikan ekspresi
penghargaan bahwa apa yang kita tuangkan merupakan kutipan dari seseorang,
semisal menuliskan RT (ReTweet) kalau di situs jejaring sosial tweeter.
Yang tertulis, sudah dibuat oleh Twitter sendiri, antara lain
tidak boleh menggunakan gambar-gambar pornografi, baik untuk foto profile,
header maupun background. Selengkapnya, baca aturan Twitter di sini.
Yang tak tertulis antara lain:
1. Twitlah kurang dari 140 karakter. Sebaiknya tak usah
lebih panjang, meski bisa dibaca dengan menggunakan Twitlonger.
2. Jika hanya satu yang bertanya di Twitter untuk satu
topik, cukup dijawab dengan fasilitas Reply, bukan RT. Jawaban dengan RT
sebaiknya dilakukan jika yang bertanya sangat banyak, dan jawaban tersebut
ditujukan untuk semua penanya.
3. Berinteraksilah dengan follower. Jangan ngomong sendiri.
Twitter bukan medium satu arah. Bukan pula dua arah. Tapi multiarah.
4. Jangan menggunakan huruf besar semua nanti dikira twit
marah-marah
5. Jangan menfollow orang agar kita difolback, lalu setelah
itu kita unfollow mereka.
6. Tak perlu memaksa meminta folback karena Twitter bukan
jejaring pertemanan seperti Facebook
7. Banyak-banyaklah berbagi ke follower: berbagi ilmu,
berbagi keceriaan, berbagi kesempatan.
Sumber:
Langganan:
Postingan (Atom)