“Permainan Game Online, seperti Point Blank, Poker dan lainnya
begitu menyihir anak-anak bahkan dewasa, hingga mereka menjadi malas
belajar dan sekolah”
Permainan Game Online di warung internet (warnet) sekarang begitu
digandrungi, baik anak-anak, remaja hingga dewasa, bahkan mereka bisa
tahan bermain hingga 5 jam. Tak ayal, sejumlah orang tua yang anaknya
masih duduk di bangku sekolah merasa gerah, risau dan gelisah melihat
hal tersebut.
Seperti Siti Solihah (35), ibu rumah tangga di Kelurahan Karangmekar
RT06/08, mengeluh karena anaknya yang masih duduk dibangku kelas III SD
jarang belajar bahkan susah berangkat ke sekolah jika tengah masih
main game.
“Anak saya jika pulang sekolah langsung pergi ke warnet bersama
teman-temannya, bahkan sampai lupa makan. Saya sering menghukumnya
dengan dijewer, tapi tetap main game lagi dan tidak kapok,” ujar Siti,
Selasa (21/6).
Hal serupa dialami oleh Jubaedah (45), wanita yang tinggal di Gg. Asem
Kel. Karangmekar Kec. Cimahi Tengah. Ia mengeluh karena anaknya absen
selama 3 hari dari sekolah, karena ‘nyangkut’ di warnet.
“Anak saya itu dari rumah sih berangkat sekolah, lengkap dengan seragam,
tas, buku serta uang jajan. Saya merasa syok ketika saya medapat surat
panggilan dari Kepala Sekolah, karena dia tidak sekolah selama 3 hari
tanpa alasan,” aku Jubaedah.
Jubaedah mengungkapkan, setelah itu ia langsung menegur anaknya dan
menghukum dengan tidak memberikan uang jajan dan membekali makanan dari
rumah saja. Ia mendapat laporan dari teman anaknya, bahwa selama tidak
sekolah anaknya bermain di warnet hingga 5 jam.
Menurut Yoga (22), penjaga warnet Yopaz di Gg. Asem Kel. Karangmekar,
dirinya tidak mengetahui hal tersebut, padahal di warnetnya sudah
ditulis “bagi anak sekolah dilarang main pada jam sekolah”.
“Saya tidak tahu hal tersebut, karena sudah diingatkan bagi anak sekolah
dilarang maen game pada waktu sekolah. Tetapi kebanyakan mereka
beralasan, belum masuk sekolah, sudah pulang hingga ada yang mengatakan
libur karena guru rapat,” kilah Yoga.
Namun, Yoga membenarkan bahwa anak-anak sekolah banyak yang bermain game
di warnetnya dan kebanyakan dari mereka bermain secara dipaketkan
hinga paket 5 jam.
“Di warnet saya main selama 1 jam Rp 3000, sedangkan jika dipaketkan,
misalnya paket 5 jam akan mendapatkan diskon, hanya cukup dengan uang
10.000 bisa bermain selama 5 jam,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan, saat meninjau lokasi mayoritas mereka yang
bermain game anak-anak berusia 8-12 tahun, atau masih duduk di bangku
SD. Bahkan, ada diantara mereka yang sembunyi-sembunyi merokok dan
meminum kopi, dengan mengenakan baju putih dan celana merah (seragam
SD).
Menurut pakar pendidikan Prof.Dr. Afif Muhammad, MA, saat dikonfirmasi
menjelaskan bahwa bangsa kita serba tidak siap dalam menghadapi zaman,
termasuk zaman teknologi modern saat ini.
“Bangsa kita tidak siap menerima kemajuan teknologi yang begitu pesat.
Seharusnya orang tua yang mengajarkan anak-anaknya bagaimana menggunakan
internet dan dunia maya. Karena jika tidak diajarkan dengan baik maka
akan terjadi hal seperti tadi, bahkan mungkin bisa lebih fatal. Sebab,
di dunia maya situs-situs apapun masih bisa dibuka tanpa ada
pembatasan. Termasuk situs porno yang sangat berbahaya bagi anak-anak,”
tutur Afif.
Afif tidak melarang penggunaan internet, tetapi alangkah baiknya jika
digunakan untuk bahan pelajaran. Seperti membuka Google, tinggal klik
dan enter pelajaran matematika, maka semua pelajaran matematika akan ada
muncul dalam berbagai versi.
“Apapun bisa di klik di Go0gle, bahkan belajar di situ selama 3 jam,
sama dengan 5 bulan belajar di sekolah. Teknologi semakin canggih, untuk
itu diharapkan kepada para orang tua siswa agar mengajari anaknya
menggunakan internet dengan baik dan selalu dibimbing serta
diperhatikan,” pungkasnya.
Sumber :http://regional.kompasiana.com/2011/06/21/demam-game-online-bikin-siswa-malas-sekolah-dan-belajar-375042.html
Rabu, 16 Januari 2013
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)
Pada 23 Mei 1972, sebuah pernyataan bersama ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia Tun Hussein Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Mashuri.
Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan
asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang
Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan. Pada tanggal 16 Agustus 1972, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 57 Tahun 1972, berlakulah sistem ejaan Latin bagi bahasa Melayu ("Rumi" dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) dan bahasa Indonesia. Di Malaysia, ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB).
Selanjutnya pada tanggal 12 Oktober 1972, Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan buku "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan" dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas. Setelah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 Nomor 0196/U/1975 memberlakukan "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan" dan "Pedoman Umum Pembentukan Istilah".
Perbedaan-perbedaan antara EYD dan ejaan sebelumnya adalah:
Untuk penjelasan lanjutan tentang penulisan tanda baca, dapat dilihat pada Penulisan tanda baca sesuai EYD
Sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Ejaan_Yang_Disempurnakan
Selanjutnya pada tanggal 12 Oktober 1972, Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan buku "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan" dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas. Setelah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 Nomor 0196/U/1975 memberlakukan "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan" dan "Pedoman Umum Pembentukan Istilah".
Perbedaan-perbedaan antara EYD dan ejaan sebelumnya adalah:
- 'tj' menjadi 'c' : tjutji → cuci
- 'dj' menjadi 'j' : djarak → jarak
- 'j' menjadi 'y' : sajang → sayang
- 'nj' menjadi 'ny' : njamuk → nyamuk
- 'sj' menjadi 'sy' : sjarat → syarat
- 'ch' menjadi 'kh' : achir → akhir
- awalan 'di-' dan kata depan 'di' dibedakan penulisannya. Kata depan 'di' pada contoh "di rumah", "di sawah", penulisannya dipisahkan dengan spasi, sementara 'di-' pada dibeli, dimakan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.
Untuk penjelasan lanjutan tentang penulisan tanda baca, dapat dilihat pada Penulisan tanda baca sesuai EYD
Sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Ejaan_Yang_Disempurnakan
Sabtu, 29 September 2012
Peranan dan fungsi Bahasa Indonesia
Peran Bahasa Indonesia Dalam Kehidupan
“ KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA
INDONESIA” itulah penggalan dari Sumpah
Pemuda yang dicetuskan 28 Oktober 1928. Dicetuskannya Sumpah pemuda merupakan
sebuah awal menjadikannya bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara. Hingga saat
ini tentu saja bahasa Indonesia memiliki fungsi dan peranan penting dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. Agar semakin mencintai Bahasa
Indonesia, ada baiknya kita mengetahui apa saja peranan bahasa
Indonesia tersebut.
Bahasa
Indonesia memiliki setidaknya dua peranan yang masing masing peranan
memiliki fungsi. Peranan yang pertama yaitu peranan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara dan
peranan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional.
Seperti yang tercantum pada Undang-undang 1945, bab XV,pasal 36, tertulis
bahwa Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia ”. fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara adalah :
- Sebagai Bahasa Resmi kenegaraan, artinya Bahasa Indonesia sering digunakaan dalam
situasi-situasi formal. Seperti saat sidang MPR, dapat dibayangkan bagaimana
bila pemimpin sidang tersebut menggunakan bahasa daerahnya tentu apa yang
menjadi tujuan sidang tidak akan tersampaikan karena hanya sebagian orang yang
mengerti.
- Sebagai bahasa Pengantar pendidikan, sama halnya seperti yang
telah disebutkan sebelumnya. Dalam situasi formal seperti di sekolah, pengunaan
Bahasa Indonesia tentu sangat diperlukan agar isi
informasi dapat tersampaikan. Walaupun tidak menutup kemungkinan seorang
pengajar menggunakan bahasa daerah yang umum agar pembelajaran terasa lebih
akrab.
- Sebagai Alat penghubung tingkat nasional, sebagai Negara yang
terdiri dari berbagai suku bangsa, tentunya yang juga berbagai bahasa, dalam
event nasional diperlukan bahasa penghubung yang dapat dimengerti oleh semua
orang .
- Sebagai Alat pengembang Ilmu pengetahuan dan Teknologi, contohnya dalam
sebuah skripsi atau tesis yang wajib menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara Nasional
- Sebagai Lambang kebanggaan bangsa, tentu kita patut bangga pada Bahasa Indonesia karena tidak semua Negara di
dunia ini memiliki bahasa nasional. Seperti Negara singapura yang didalamnya
tidak menggunakan bahasa singapura melainkan bahasa inggris.
- Sebagai Identitas Bangsa, bila kita menggunakan Bahasa Indonesia di luar negeri masyarakat disana
pasti akan langsung mengenali bahasa tersebut dari Indonesia karena tidak ada
Negara lain yang menggunakan Bahasa Indonesia .
- Alat pemersatu dan penghubung antar daerah, artinya Bahasa Indonesia menjadi pemersatu bahasa
Tradisional yang terdapat di Indonesia.
Setelah mengetahui Bahasa Indonesia memiliki peranan penting bagi
kehidupan, apakah kita semakin tertarik menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar? Muncul
suatu pertanyaan “apakah sebenarnya yang dimaksud Bahasa Indonesia yang baik dan benar itu?”.
Sesungguhnya pengertian bahasa yang baik dan benar bukanlah berarti kita
mengunakan bahasa yang resmi dimanapun kita berada. Sebagai contoh, pernahkah
kita merasakan canggung bila menggunakan bahsa Indonesia resmi dalam percakapan
sehari-hari antar teman? Jawabannya tentu saja “ya”. Hal ini dapat menunjukan
bahasa yang baik adalah bahasa yang pengunaannya tepat dan sesuai dengan
situasi dan kondisi yang sedang terjadi. Sementara bahasa yang benar adalah
bahasa konsisten menerapkan kaidah-kaidah bahasa semacam EYD.
Satu hal yang perlu kita garis bawahi adalah Kita perlu menyadarkan
kembali diri kita akan pentingnya Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang
memudahkan komunikasi antar sesama, tidak perlu malu untuk menggunakan Bahasa Indonesia sehari-hari namun tentu saja
tetap harus menjaga kearifan bahasa lokal.
Rabu, 09 Mei 2012
Kuis Softskil (ke10)
1. Apa yang dimaksud dengan pendapatan nasional ?
2. Komponen apa saja yang ada di dalam pendapatan nasional ?
3. Jelaskan teknis perhitungan pendapatan nasional ?
4. Jelaskan masalah yang muncul dalam perhitungan pendapatan nasional ?
5. Jelaskan keterbatasan perhitungan dari Pendapatan nasional ?
Jawaban :
1. Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh
seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan
faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.
2. Komponen yang ada di dalam pendapatan nasional
a. Produk Domestik Bruto (GDP)
b. Produk Nasional Bruto (GNP)
c. Pendapatan Nasional Neto (NNI)
d. Pendapatan Perseorangan (PI)
e. Pendapatan yang siap di belanjakan (DI)
3. Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
a. Pendekatan pendapatan yaitu dengan cara menjumlahkan seluruh
pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga
konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan
atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
b. Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama
satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini
adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang
setengah jadi).
c. Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh
pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu
negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini
dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku
kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah
(Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara
nilai ekspor dikurangi impor
4. Masalah PDB yaitu terletak pada pembandingan tingkat kemakmuran
atau kesejahteraan suatu negara dari tahun ke tahun , akan terjadi bias
jika kita salah menggunakan perhitungan PDB .
5. Keterbatasan Perhitungan PDB
PDB tidak memasukan memasukan transaksi yang terjadi pada
“underground economy” (perekonomian bawah tanah). Perekonomian seperti
sektor informal atau sektor illegal seperti penjualan narkoba , dan
sektor lain yang sulit tercatat oleh negara tidak masuk dalam
perhitungan PDB . Ini menyebabkan nilai PDB cenderung dapat undervalued
(lebih rendah) dari yang seharusnya .
PDB tidak selalu mencerminkan ukuran kesejahteraan sosial suatu negara
PDB hanya mngukur berapa banyak output yang diproduksi di suatu negara dan bagaimana sturktur serta perkembangannya antarwaktu . Untuk mengukur kemakmuran suatu negara , PDB merupakan indikator yang cukup baik . Akan tetapi, kesejahteraan suatu negara lebih kompleks dari hanya sekedar pendapatan yang tinggi . Beberapa indikator untuk menunjukan tingkat kesejahteraan adalah tingkat pengangguran , tingkat kematian ibu dan bayi , angka harapan hidup, tingkat buta huruf, dan lain-lain perlu diperhatikan juga
PDB tidak selalu mencerminkan ukuran kesejahteraan sosial suatu negara
PDB hanya mngukur berapa banyak output yang diproduksi di suatu negara dan bagaimana sturktur serta perkembangannya antarwaktu . Untuk mengukur kemakmuran suatu negara , PDB merupakan indikator yang cukup baik . Akan tetapi, kesejahteraan suatu negara lebih kompleks dari hanya sekedar pendapatan yang tinggi . Beberapa indikator untuk menunjukan tingkat kesejahteraan adalah tingkat pengangguran , tingkat kematian ibu dan bayi , angka harapan hidup, tingkat buta huruf, dan lain-lain perlu diperhatikan juga
Kuis Softskil (ke9)
1. Apa yang dimaksud dengan pasar monopoli dan monopolistis ?
2. Apa yang membedakan pasar monopoli dan monopolistis ? jelaskan dan berikan contoh ?
3. Jelaskan bagaimana cara memperoleh keuntungan di pasar monopoli ?
4. Jelaskan kebaikan dan kekurangan dari pasar monopoli ?
5. Apa yang dimaksud dengan pasar oligopoly ?
Jawaban :
1. Pasar monopoli adalah suatu bentuk pasar dimana
hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada
pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai “monopolis”
Pasar Monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di
mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi
memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada pasar monopolistik
tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki
karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya
2. Yang membedakan pasar monopoli dan monopolistis adalah pasar
monopolistis mempunyai banyak penjual, penjual di pasar mopolistis
memiliki kemampuan untuk mempengaruhi harga, tapi pengaruhnya tidak
sebesar penjual dari pasar monopoli, sedangkan pasar monopoli hanya
mempunya satu penjual sehingga penjual itu memiliki pengaruh yang sangat
besar dalam pasar monopoli.
3. Keuntungan pasar monopoli yaitu keuntungan penjual cukup tinggi
untuk produk yang menguasai hajat hidup orang, biasanya diatur
pemerintah. Ini menguntungkan konsumen karena penjual tidak dapat
menentukan harga dengan semaunya
4. Kebaikan pasar monopoli yaitu penjualannya cukup tinggi, tidak
dapat menentukan harga semaunya dan Kelemahan pasar monopoli yaitu
pembeli tidak ada pilihan lain untuk membeli barang keuntungan hanya
terpusat pada satu perusahaan terjadi eksploitasi pembeli.
5. Pasar oligopoli adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang
dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari
dua tetapi kurang dari sepuluh. Dalam pasar oligopoli, setiap
perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan
permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari
tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka
Kuis Softskil (ke8)
1. Apa yang dimaksud dengan pasar ?
2. Jelaskan jenis dari pasar ?
3. Apa yang dimaksud dengan pasar persaingan sempurna ?
4. Bagaimana cara memaksimalkan keuntungan dalam pasar persaingan sempurna ?
5. Sebutkan kebaikan dan kelemahan dari pasar persaingan sempurna ?
Jawaban :
1. Pasar adalah tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli
barang dan jasa. Di pasar antara penjual dan pembeli akan melakukan
transaksi. Transaksi adalah kesepakatan dalam kegiatan jual-beli.
Syarat terjadinya transaksi adalah ada barang yang diperjual belikan,
ada pedagang, ada pembeli, ada kesepakatan harga barang, dan tidak ada
paksaan dari pihak manapun.
2. Jenis-Jenis Pasar
Jenis pasar menurut bentuk kegiatannya
a. Pasar nyata adalah pasar dimana barang-barang yang akan
diperjual belikan dan dapat dibeli oleh pembeli. Contoh pasar
tradisional dan pasar swalayan.
b. Pasar abstrak adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar
barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi
hanya dengan menggunakan surat dagangannya saja. Contoh pasar online,
pasar saham, pasar modal dan pasar valuta asing.
Jenis pasar menurut cara transaksinya
a. Pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional dimana
para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secar langsung.
Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang berupa barang
kebutuhan pokok.
b. Pasar Modern adalah pasar yang bersifat modern dimana
barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan denganm layanan
sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza, dan
tempat-tempat modern lainnya.
Jenis – Jenis Pasar menurut keleluasaan distribusi
a. Pasar Lokal
b. Pasar Daerah
c. Pasar Nasional
d. Pasar Internasional
3. Pasar persaingan sempurna adalah sebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen.
4. Dalam jangka panjang perusahaan dalam persaingan sempurna akan
mendapat untung normal, dan untung normal ini dicapai apabila biaya
produksi adalah yang paling minimum.
Dalam jangka panjang keadaan ini berlaku : harga = hasil penjualan marjinal = biaya marjinal. Kesamaan ini membuktikan bahwa pasar persaingan sempurna juga mencapai efisiensi alokatif.
Dalam jangka panjang keadaan ini berlaku : harga = hasil penjualan marjinal = biaya marjinal. Kesamaan ini membuktikan bahwa pasar persaingan sempurna juga mencapai efisiensi alokatif.
5. Kebaikan dan Keburukan Persaingan Sempurna
a. Efisiensi Produktif
Untuk mencapai efisiensi produktif harus dipenuhi dua syarat. Yang pertama, untuk setiap tingkat produksi, biaya yang dikeluarkan adalah yang paling minimum. Gabungan yang paling efisien adalah gabungan yang mengeluarkan biaya yang paling sedikit. Syarat yang kedua, industri secara keseluruhan harus memproduksikan barang pada biaya rata-rata yang paling rendah, yaitu pada waktu kurva AC mencapai titik yang paling rendah.
Untuk mencapai efisiensi produktif harus dipenuhi dua syarat. Yang pertama, untuk setiap tingkat produksi, biaya yang dikeluarkan adalah yang paling minimum. Gabungan yang paling efisien adalah gabungan yang mengeluarkan biaya yang paling sedikit. Syarat yang kedua, industri secara keseluruhan harus memproduksikan barang pada biaya rata-rata yang paling rendah, yaitu pada waktu kurva AC mencapai titik yang paling rendah.
b. Efisiensi Alokatif
Alokasi sumber-sumber daya mencapai efisiensi yang maksimum apabila dipenuhi syarat berikut : harga setiap barang sama dengan biaya marjinal untuk memproduksikan barang tersebut. Produksi harus terus dilakukan sehingga tercapai keadaan dimana harga = biaya marjinal. Dengan cara ini produksi berbagai macam barang dalam perekonomian akan memaksimumkan kesejahteraan masyarakat.
Alokasi sumber-sumber daya mencapai efisiensi yang maksimum apabila dipenuhi syarat berikut : harga setiap barang sama dengan biaya marjinal untuk memproduksikan barang tersebut. Produksi harus terus dilakukan sehingga tercapai keadaan dimana harga = biaya marjinal. Dengan cara ini produksi berbagai macam barang dalam perekonomian akan memaksimumkan kesejahteraan masyarakat.
Kuis Softskil (ke7)
soal :
1. Apa yang dimaksud dengan penerimaan ?
Jawab :
Penerimaan adalah hasil yang di dapatkan oleh produsen dari penjualan barang atau outputnya kepada konsumen. Penerimaan memiliki beberapa konsep yang diantaranya Total Revenue, Average Revenue, Marginal Revenue.
2. Apa yang di maksud dengan marginal produk dan marginal revenue ?
Jawab :
* Produk marjinal adalah perubahan output yang terjadi ketika satu unit input (seperti unit tenaga kerja) ditambahkan.
* Pendapatan marjinal adalah kenaikan pendapatan total yang terjadi dengan produksi satu unit output tambahan.
3. Jelaskan konsep perhitungan keuntungan berdasarkan pendekatan total, marginal dan rata – rata ?
Jawab :
Terdapat tiga pendekatan perhitungan laba maksimum yaitu :
* Pendekatan Totalitas (totality approach) Pendekatan totalitas membandingkan pendapatan total (TR) dan biaya total (TC). Jika harga jual per unit output (P) dan jumlah unit output yang terjual (Q), maka TR = P.Q. Biaya total adalah jumlah biaya tetap (FC) ditambah biaya variable per unit(v) dikali biaya variable per unit, sehingga: π = P.Q – (FC + v.Q)
* Pendekatan Rata-rata (average approach) Dalam pendekatan ini perhitungan laba per unit dilakukan dengan membandingkan antara biaya produksi rata-rata (AC) dengan harga jual output (P) kemudian laba total dihitung dari laba per unit dikali dengan jumlah output yang terjual sehingga π = (P – AC).Q
* Pendekatan Marginal (marginal approach) Perhitungan laba dilakukan dengan membandingkan biaya marginal (MC) dan pendapatan marginal (MR). Laba maksimum akan tercapai pada saat MR = MC sehingga π = TR – TC
4. Bagaimana cara memaksimumkan keuntungan ?
Jawab :
Cara Memaksimumkan Keuntungan :
Keuntungan atau kerugian adalah perbedaan antara hasil penjualan dan biaya produksi. keuntungan diperoleh apabila hasil melebihi dari biaya produksi,dan kerugian akan dialami apabila hasil penjualan kurang dari biaya produksi .Keuntungan yang maksimum dicapai apabila perbedaan diantara hasil penjualan dan biaya produksi mencapai tingkat yang paling besar.
5. Buatlah contoh sederhana perhitungan keuntungan dengan pendekatan total, marginal dan rata – rata ?
1. Apa yang dimaksud dengan penerimaan ?
Jawab :
Penerimaan adalah hasil yang di dapatkan oleh produsen dari penjualan barang atau outputnya kepada konsumen. Penerimaan memiliki beberapa konsep yang diantaranya Total Revenue, Average Revenue, Marginal Revenue.
2. Apa yang di maksud dengan marginal produk dan marginal revenue ?
Jawab :
* Produk marjinal adalah perubahan output yang terjadi ketika satu unit input (seperti unit tenaga kerja) ditambahkan.
* Pendapatan marjinal adalah kenaikan pendapatan total yang terjadi dengan produksi satu unit output tambahan.
3. Jelaskan konsep perhitungan keuntungan berdasarkan pendekatan total, marginal dan rata – rata ?
Jawab :
Terdapat tiga pendekatan perhitungan laba maksimum yaitu :
* Pendekatan Totalitas (totality approach) Pendekatan totalitas membandingkan pendapatan total (TR) dan biaya total (TC). Jika harga jual per unit output (P) dan jumlah unit output yang terjual (Q), maka TR = P.Q. Biaya total adalah jumlah biaya tetap (FC) ditambah biaya variable per unit(v) dikali biaya variable per unit, sehingga: π = P.Q – (FC + v.Q)
* Pendekatan Rata-rata (average approach) Dalam pendekatan ini perhitungan laba per unit dilakukan dengan membandingkan antara biaya produksi rata-rata (AC) dengan harga jual output (P) kemudian laba total dihitung dari laba per unit dikali dengan jumlah output yang terjual sehingga π = (P – AC).Q
* Pendekatan Marginal (marginal approach) Perhitungan laba dilakukan dengan membandingkan biaya marginal (MC) dan pendapatan marginal (MR). Laba maksimum akan tercapai pada saat MR = MC sehingga π = TR – TC
4. Bagaimana cara memaksimumkan keuntungan ?
Jawab :
Cara Memaksimumkan Keuntungan :
Keuntungan atau kerugian adalah perbedaan antara hasil penjualan dan biaya produksi. keuntungan diperoleh apabila hasil melebihi dari biaya produksi,dan kerugian akan dialami apabila hasil penjualan kurang dari biaya produksi .Keuntungan yang maksimum dicapai apabila perbedaan diantara hasil penjualan dan biaya produksi mencapai tingkat yang paling besar.
5. Buatlah contoh sederhana perhitungan keuntungan dengan pendekatan total, marginal dan rata – rata ?
Langganan:
Postingan (Atom)